Ikuti Perjalan Seru Marty Mauser Lewat Film Marty Supreme!

Marty Mauser muncul sebagai pemuda ambisius di tengah keriuhan Amerika tahun 1950-an yang terasa membosankan bagi dirinya. Saat orang-orang di sekitarnya menganggap mimpinya terlalu muluk dan sering meremehkannya, Marty justru menjadikan cibiran itu sebagai penyemangat. Baginya, pingpong bukan sekadar permainan meja; ini adalah jalan pintas untuk mendapatkan pengakuan dunia yang sangat ia idamkan demi menutupi rasa minder di masa lalunya.

Is 'Marty Supreme' streaming? How to watch the new Timothée Chalamet movie  at home. | Mashable

Begitu namanya mulai melambung, Marty justru mulai kehilangan arah dan etika demi mempertahankan gelar “Supreme”. Ia terobsesi menjadi nomor satu sampai-sampai berani memanipulasi orang terdekat dan mengabaikan nilai kejujuran. Di kepala Marty, sejarah hanya akan mengingat sang juara, sehingga ia merasa sah-sah saja mengorbankan moralitas atau menyakiti perasaan orang lain asalkan kemenangan absolut ada di tangannya.

Marty Supreme review – Josh Safdie working at a… | Little White Lies

Namun, popularitas yang ia raih ternyata punya sisi gelap yang lebih mengerikan daripada kemiskinan. Ambisinya yang meledak-ledak justru perlahan menghancurkan hubungan tulus yang ia miliki, hingga akhirnya ia merasa kesepian di tengah kemewahan. Film ini memperlihatkan momen pahit saat Marty tersadar bahwa meski ia punya segalanya, ia justru kehilangan jati dirinya sendiri akibat terjebak dalam obsesi yang ia ciptakan tanpa henti. Penasaran dengan aksinya? Saksikan kisahnya di layar besar di bioskop!