Dian Sastro Berubah Jadi AI di Film Esok Tanpa Ibu?

Hubungan antara Rama (Ali Fikri) dan ayahnya (Ringgo Agus Rahman) memang sudah lama kurang hangat dan renggang. Rama merasa jauh lebih nyaman dan aman kalau sedang bersama Ibunya (Dian Sastrowardoyo). Sayangnya, dunia Rama seakan runtuh saat sang Ibu tiba-tiba jatuh koma akibat masalah kesehatan yang serius. Kondisi ini membuat Rama makin merasa kesepian dan kesal pada ayahnya yang kaku.

Sinopsis dan Daftar Pemain Film Esok Tanpa Ibu, Tentang AI | IDN Times

Saat sedang terpuruk, Rama menemukan sebuah harapan baru lewat teknologi bernama i-BU. Sebuah kecerdasan buatan (AI) canggih buatan temannya yang bisa meniru wajah dan suara ibunya dengan sangat mirip. Rama tidak hanya memakai AI ini untuk melepas rindu, tapi juga menjadikannya alat bantu medis untuk merangsang otak Ibunya agar bisa segera sadar. Lewat arahan sutradara Ikhwan Persada, kita diajak melihat bagaimana AI bisa menjadi “jembatan” bagi Rama untuk melepaskan rindu kepada sang ibu dan berbaikan dengan sang ayah.

Esok Tanpa Ibu (Mothernet)': Cinta, Kehilangan, dan AI yang Menyamar Jadi  Ibu – Visual Indonesia

Perjalanan Rama menjadi sebuah pertanyaan besar: apakah teknologi bisa menyembuhkan luka hati dan penyakit fisik? Meski AI i-BU membuat Rama merasa tidak sendirian lagi, namun tugas terberatnya sebenarnya adalah memperbaiki hubungan dengan ayahnya yang masih ada di dunia nyata. Film ini mencoba mengeksplorasi sisi kemanusiaan dalam teknologi. Kita akan diajak merenung, apakah kehadiran ibu dalam bentuk digital ini bakal jadi kunci kesembuhan, atau malah membuat Rama semakin sulit menerima kenyataan?