Demi Efek Teror Nyata, Film Resident Evil Gunakan ‘Blood Bag’ Seberat 68 Kg

Sutradara Zach Cregger (sosok di balik kesuksesan film horor Barbarian) resmi menggarap reboot film Resident Evil dengan pendekatan yang jauh lebih mencekam. Berbeda dari adaptasi terdahulu yang mengandalkan pahlawan ala superhero, Cregger memfokuskan cerita pada Bryan, seorang kurir spesialis organ medis biasa yang terjebak di Raccoon City saat wabah T Virus meletus. Demi menghadirkan nuansa survival horror yang organik, Cregger memilih untuk meminimalisasi CGI dan berkomitmen penuh pada penggunaan efek praktikal (practical effects).

Resident Evil' 2026 Movie: Release Date, Cast, Plot and Trailer

Salah satu fakta paling mengerikan dari proses produksinya adalah penggunaan kantong darah raksasa (blood bags) seberat 150 pons (sekitar 68 kg) per kantong. Tim produksi menggantung kantong kantong berisi darah tiruan tersebut menggunakan derek dan menjatuhkannya dari ketinggian demi menciptakan efek ledakan tubuh zombie yang nyata saat membentur jalanan. Pendekatan ekstrem ini memberikan dampak visual yang sangat mengerikan, namun juga membawa risiko yang tidak main main bagi para pemeran di lokasi syuting.

Resident Evil' Review: Return to Raccoon City - The New York Times

Penggunaan efek praktikal berbobot berat ini bahkan sempat memicu insiden nyaris fatal bagi aktor utama, Austin Abrams. Karena kesalahan teknis, salah satu kantong darah seberat 68 kg dilepaskan terlalu cepat dan mendarat hanya beberapa inci di dekat Austin yang sedang berlari; Cregger sendiri mengakui bahwa melangkah satu sentimeter saja ke arah yang salah bisa berakibat fatal bagi sang aktor. Momen menegangkan yang nyata tersebut akhirnya tetap dipertahankan dalam hasil akhir film demi memberikan pengalaman horor yang paling autentik bagi penonton.;/./