Aku Harus Mati, Sudah Bisa Dibeli Tiketnya Sekarang!

Kehidupan kota besar yang serba cepat dan kompetitif perlahan mengikis idealisme Mala (Hana Saraswati), menyeretnya ke dalam pusaran gaya hidup hedonis demi sebuah validasi sosial. Haus akan pengakuan di dunia maya dan tekanan lingkungan membuatnya terjebak dalam tumpukan hutang yang tak berujung akibat hobi foya-foya yang melampaui kemampuan finansialnya. Di ambang keputusasaan, Mala memutuskan untuk melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kota dan kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Ia berharap bisa menemukan kedamaian dengan menemui sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta meminta petunjuk dari Ki Jogo (Bambang Paningron), sosok pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah kandung sendiri.

Rollink Action umumkan tanggal tayang film "Aku Harus Mati"

Namun, harapan Mala untuk sekadar menenangkan diri seketika sirna saat serangkaian peristiwa aneh mulai menghantuinya sejak menginjakkan kaki kembali di panti tersebut. Kejadian-kejadian di luar nalar itu justru memicu dorongan kuat dalam diri Mala untuk menelusuri jati dirinya yang selama ini tertutup kabut misteri. Ditemani oleh Tiwi dan Nugra yang setia, Mala melakukan perjalanan berbahaya menembus lebatnya hutan menuju sebuah rumah tua yang terisolasi. Sepanjang perjalanan, mereka tak henti-hentinya diteror oleh gangguan roh jahat yang haus darah, seolah-olah ada kekuatan gelap yang berusaha keras menghalangi mereka untuk mengungkap kebenaran yang tersembunyi di sana.

Terjerat Pinjol Hingga Perjanjian Iblis, “Aku Harus Mati” Bongkar Sisi  Gelap Ambisi Modern - Warta Buana

Perjalanan mencekam tersebut akhirnya membawa mereka pada penemuan mengerikan tentang rahasia gelap masa lalu sebuah keluarga yang terkubur rapat di rumah tengah hutan itu. Film Aku Harus Mati bukan sekadar menyajikan horor supranatural biasa, melainkan sebuah refleksi tajam terhadap realita kehidupan modern yang seringkali lebih menakutkan dari hantu sekalipun. Cerita ini menjadi cermin bagi fenomena sosial di sekitar kita, tentang bagaimana keserakahan dan ambisi buta bisa mengubah manusia menjadi monster yang rela menghalalkan segala cara termasuk menjual jiwa dan menggadaikan kemanusiaan hanya demi tumpukan harta dan status sementara.